Kelompok Bermain (Playgroup)

Kelompok Bermain (Playgroup)

  • Usia2 - 4 Tahun
  • Durasi:2.5 jam per hari
  • Daftar

Kegiatan yang sangat menyenangkan bagi si kecil untuk mempersiapkan diri menghadapi pendidikan formal

Apa itu playgroup?

Kelompok bermain (KB) atau playgroup merupakan bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD sendiri terbagi menjadi 2 jalur, yaitu pendidikan non-formal untuk usia 2-4 tahun (KB) dan pendidikan formal untuk usia 4-6 tahun (taman kanak-kanak/TK).

Undang Undang No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa tujuan PAUD adalah untuk membantu tumbuh kembang jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar. Pendidikan di tingkat PAUD lebih ke arah pemberian rangsangan (stimulasi) untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan kematangan motorik anak..

Apasaja kegiatan di playgroup?

Kegiatan belajar’ yang dilakukan di KB kebanyakan merupakan kegiatan bermain. Melalui permainan, anak-anak diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan mempelajari hal-hal baru yang akan menjadi bekalnya memasuki pendidikan dasar nanti. Anak-anak dibimbing agar kepribadian, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat dan keterampilannya dapat berkembang secara optimal. Kegiatan belajar di KB harus bersifat menyenangkan dan tidak membebani si Kecil.

Di KB, si Kecil akan dilatih kemandiriannya, dikembangkan kemampuan emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik dan seni, serta beradaptasi dengan wahana pembelajaran dan permainan. Saat ini KB sudah banyak yang bilingual, tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) sebagai pengantarnya. Tidak ada salahnya memasukkan si Kecil ke KB bilingual, asal di rumah ketrampilan berbahasa asingnya juga terus dilatih sehingga si Kecil lebih terbiasa dengan bahasa tersebut.

Kalau begitu, si Kecil wajib dong ikut Kelompok Bermain? Jika Ibu merasa yakin bahwa Ibu dan Ayah punya cukup waktu kemampuan, sarana, dan fasilitas untuk mengajari si Kecil berbagai hal yang akan menjadi bekalnya masuk ke pendidikan dasar, mungkin si Kecil menjadi tidak wajib ikut KB. Namun jika Ibu dan Ayah sibuk bekerja, dan pengasuh yang menemani si Kecil di rumah tidak cukup kompeten untuk membantu mengembangkan potensi si Kecil, mungkin memang si Kecil sebaiknya ikut KB.

Setiap anak istimewa

Mungkin beberapa Ibu berpikir kalau anak yang tidak masuk KB tidak bisa sepintar atau seterampil anak yang masuk KB. Pintar secara akademik belum menjamin ia akan menjadi orang yang sukses di masa depan. Bahkan banyak juga orang yang secara akademik biasa aja tapi justru lebih sukses daripada orang yang pintar.

Untuk itu Ibu dan Ayah tidak perlu khawatir berlebihan. Terima saja apa yang dimiliki oleh buah hati karena setiap anak itu istimewa. Kalaupun ia terlihat biasa saja juga tak perlu berkecil hati. Terimalah ia apa adanya dan dekatkan diri kepada buah hati supaya ia tumbuh dengan baik dan positif.